Tiba di Benua Selatan: Dari Dokumentasi Hingga Akomodasi

Selasa, 19 Juli 2016 adalah hari dan tanggal yang bersejarah bagi saya. Di hari ini untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di tanah Australia, tepatnya di Perth, rumah saya selama dua tahun ke depan menimba ilmu. Udara dingin langsung menusuk begitu saya keluar dari pintu Perth International Airport. Jika belahan bumi utara pada saat itu sedang menikmati hawa hangat matahari, Perth yang terletak di southern hemisphere justru baru saja memulai musim dinginnya. Meski Perth, seperti halnya sebagian besar wilayah Australia lainnya, tidak bersalju selama winter, temperatur saat petang bisa mencapai di bawah 10˚C dan saat dini hari menjelang fajar dapat drop hingga 0˚C. Cukup shocking untuk warga Indonesia yang terbiasa di iklim tropis yang panas dan lembab. Maka dari itu bagi teman-teman yang hendak meneruskan kuliahnya ke Australia pada musim dingin belahan dunia selatan (dimulai bulan Juni hingga Agustus), sangat disarankan membawa pakaian tebal, jaket, dan perlengkapan penahan dingin lainnya (semisal syal, topi, sepatu boot, dan lainnya).

Selain soal sandang, beberapa hal lain yang perlu digarisbawahi sebelum keberangkatan menuju Perth untuk studi, atau Australia secara keseluruhan adalah sebagai berikut:

1. Dokumen
Kelengkapan dokumen selama menempuh studi di negeri asing tentu sangat penting. Berikut beberapa dokumen resmi yang perlu dibawa:

  • Paspor. Dokumen terpenting yang menjadi jalan masuk ke negara lain. Paspor tidak hanya penting untuk urusan keimigrasian, tetapi juga merupakan identitas utama selama tinggal di Australia yang mutlak diperlukan untuk membuat rekening baru, mengambil paket pos, membuat kartu mahasiswa, hingga terkadang untuk kontrak akomodasi.
  • Visa. Meski visa Australia berupa visa elektronik yang sudah terhubung dengan paspor, tak ada salahnya jika membawa minimal satu print-out sebagai pegangan.
  • Ijazah Asli dan Transkrip. Meski tidak mutlak terjadi, kadangkala pihak universitas bisa meminta kita untuk membuktikan keabsahan dari dokumen akademik yang pernah kita sertakan saat mendaftar program. Sebagai langkah antisipasi, tidak ada salahnya dokumen ini dibawa, namun tetaplah hati-hati saat menyimpannya.

2. Akomodasi
Akomodasi selama masa perkuliahan tentu saja mutlak diperlukan. Di Perth, terdapat beberapa tipe akomodasi yang bisa dipilih para mahasiswa yang akan berkuliah, bervariasi dari segi harga, rupa, dan lingkungan tempat tinggal.

  • Akomodasi Kampus. Pihak universitas biasanya menyediakan beberapa residential college yang bisa disewa mahasiswa selama periode tertentu, semisal selama satu tahun atau 52 minggu. Perlu diingat bahwa sistem pembayaran sewa di Australia menganut sistem weekly atau per minggu. Sebagai contoh, UWA menyediakan lima lokasi colleges yang tersebar di sekitar kampus, yaitu St. Catherine’s College, St. Thomas More’s College, St. George’s College, Trinity College, dan University Hall. Lebih lanjut mengenai akomodasi di kampus UWA dapat dilihat pada laman ini.
    (Plus) – dekat dengan kampus, umumnya fully furnished, terdapat pilihan dengan meal (makanan) setiap hari, banyak kegiatan bersama antar penghuni, kesempatan networking dengan mahasiswa internasional lainnya.
    (Minus) – cenderung mahal, harus bisa beradaptasi dan bertoleransi dengan penghuni lain yang mungkin memiliki kebiasaan berbeda.
  • Sewa Pribadi (Private Rent). Mahasiswa dapat menyewa secara pribadi berbagai jenis properti seperti unit flat, house, atau studio apartment di sekitar kampus yang umumnya dipasarkan melalui agen properti.
    (Plus) – fleksibel dalam memilih lokasi, lama sewa, rencana dan biaya sewa, serta bentuk akomodasi, sesuai bagi mahasiswa yang membutuhkan kesendirian atau berencana membawa keluarga.
    (Minus) – umumnya perlu membayar bond (biaya sewa awal yang besarannya sekitar harga sewa selama empat minggu, dapat digunakan oleh pemilik untuk perbaikan fasilitas selama akomodasi ditinggali), seringkali unfurnished.
  • Sharing Unit/House. Pilihan ini mungkin yang paling mudah dan ekonomis di antara yang lain. Karena di UWA terdapat cukup banyak mahasiswa Indonesia, dengan menjalin kontak secara langsung atau melalui organisasi perhimpunan pelajar seperti PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) atau AIPSSA (Association of Indonesian Post-Graduate Students and Scholars in Australia) membuat pencarian akomodasi sebelum datang ke Perth menjadi lebih mudah.
    (Plus) – harga sewa, listrik, gas, air, dan fasilitas lainnya menjadi lebih ekonomis.
    (Minus) – umumnya hanya sebagai akomodasi sementara, misalnya karena host akan lebih dulu menyelesaikan masa studinya dan kembali ke Indonesia.

3. Makanan dan Obat
Sebagai orang Indonesia, terkadang kurang afdol rasanya jika akan menetap di negeri luar tanpa membawa makanan khas yang bisa dinikmati saat tiba. Obat-obatan tertentu terkadang juga wajib dibawa. Namun kita perlu hati-hati saat membawa makanan dan/atau obat-obatan, karena Customs and Quarantine Australia sangat concern terhadap hal ini. Saat berada di pesawat menuju bandara di Australia kita diminta untuk menyatakan (declare) seluruh makanan, obat-obatan, dan produk-produk lain yang berasal dari organisme seperti tumbuhan dan hewan. Kesalahan atau ketidakjujuran dalam mengisi form deklarasi dapat mengakibatkan denda yang tidak sedikit. Informasi lengkap mengenai apa yang dapat dan tidak dapat dibawa ke Australia dapat dilihat di sini.

img201607251110564. Online Enrolment dan Orientation Week
Universitas di Australia termasuk UWA menggunakan sistem daring (online) untuk memudahkan mahasiswa mengisi rencana studi dan mendaftarkan diri (enroll) untuk unit kuliah yang akan diambil selama satu tahun ke dapan. Tetapi jangan khawatir, informasi lengkap mengenai unit yang perlu diambil dan cara enroll disediakan saat minggu orientasi (orientation week atau O-week) yang umumnya diadakan seminggu sebelum tanggal dimulainya perkuliahan. Kita berkesempatan untuk bertemu dan berdiskusi face-to-face dengan koordinator unit atau faculty advisor yang akan memberi gambaran lengkap mengenai studi kita selama di kampus. Jangan lupa untuk selalu cek jadwal O-week sesuai dengan program yang diambil.

5. Airport Pick-Up
Pertama kali tiba di negeri asing terkadang dapat membingungkan dan membuat kita disorientasi, oleh karena itu menggunakan fasilitas penjemputan yang disediakan kampus menjadi alternatif yang sangat baik. UWA menyediakan fasilitas jemput dari Perth International Airport menuju residential colleges atau lokasi akomodasi terdekat dari kampus. Tak perlu khawatir karena layanan ini dibuka selama 24 jam dan gratis! Jangan lupa untuk booking layanan ini maksimal satu minggu sebelum ketibaan. Informasi lengkap mengenai layanan ini dapat diakses di laman UWA ini.

Semoga tips di atas dapat membantu rekan-rekan sekalian dalam menyiapkan studi di Western Australia atau Australia pada umumnya. Apabila teman-teman memerlukan bantuan dalam menyiapkan perkuliahan di Western Australia, jangan ragu untuk kontak saya melalui email berikut: abi(dot)ghifari(at)gmail(dot)com.

Sampai jumpa di Perth!

Abi Ghifari
School of Chemistry and Biochemistry
The University of Western Australia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *