Mempersiapkan Studi Bersama Keluarga di Western Australia

Membawa keluarga saat berkuliah di luar negeri? Mengapa tidak? Bagi awardee (penerima beasiswa) LPDP yang telah berkeluarga, dapat dipertimbangkan untuk membawa serta anggota keluarganya saat menjalani studi di Western Australia. Positifnya, hal ini dapat memberikan pengalaman berharga bukan saja bagi sang awardee, tetapi juga bagi pasangan dan anak-anaknya. Bagi keluarga, ini merupakan kesempatan untuk merasakan pengalaman baru tinggal di negara maju, mengeyam pendidikan dasar di sekolah, bergaul dengan teman-teman internasional, atau bekerja paruh waktu bagi pasangan awardee. Selain itu, beasiswa LPDP juga merupakan beasiswa yang sangat dermawan karena satu-satunya yang memberikan tunjangan keluarga bagi awardee yang membawa serta keluarganya. Jadi, kesempatan ini sebaiknya jangan disia-siakan.

Sebagai negara bagian terbesar di Australia, WA (kependekan dari Western Australia) merupakan tempat yang cocok untuk membawa serta keluarga. Selain menggunakan bahasa Inggris yang relatif lebih mudah dipelajari dibanding bahasa lainnya, jarak dari Perth (ibukota Western Australia) ke Jakarta juga cukup dekat, hanya sekitar 4 jam perjalanan udara. Lingkungan di sini juga cukup aman dan multikultur, dengan banyak sekali lokasi piknik dan bersantai bersama keluarga. Produk dan makanan Asia, terutama Indonesia sangat mudah dijumpai disini.

Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membawa keluarga. Pertama, kesediaan pasangan untuk meninggalkan kehidupan mapan di Indonesia demi menempuh petualangan baru di Australia. Tidak jarang, pasangan awardee harus meninggalkan karir atau bisnis nya di Indonesia demi ikut menemani sang awardee belajar di luar negeri. Selanjutnya adalah komitmen untuk berbagi tugas bersama pasangan dalam mengurus anak-anak dan rumah tangga, sehingga keluarga yang menyertai dapat menjadi penyemangat dalam menjalani studi, bukan sebaliknya- menjadi beban yang menyita waktu belajar. Berikut adalah beberapa hal yang perlu dicermati dalam persiapan membawa keluarga:

1. Persiapkan Dana Asuransi Keluarga

Salah satu hal utama yang perlu dipertimbangkan adalah kesanggupan dari segi dana. LPDP hanya memberikan bantuan biaya hidup bulanan (monthly living allowance) bagi keluarga, dan itu cukup membantu. Namun, investasi terbesar yang dibutuhkan di awal adalah pembelian premi asuransi kesehatan (OSHC) bagi keluarga. Ini merupakan syarat untuk diterbitkannya visa bagi keluarga. LPDP menanggung biaya premi asuransi sang awardee, tetapi tidak untuk keluarganya. Untuk itu, awardee harus meningkatkan asuransinya dari single ke couple (bagi yang hanya membawa pasangan) atau family (bagi yang membawa pasangan dan anak). Aturan asuransi di Australia mengharuskan seluruh total premi selama masa berlaku visa di bayar di awal. Sebagai ilustrasi, seorang mahasiswa doktor yang ingin membawa keluarganya selama 4 tahun harus membayar kurang lebih 8000 AUD di awal. Bagi mahasiswa master maka akan lebih murah karena hanya sekitar 2 tahun. Jumlah ini di luar premi yang sudah dibayarkan oleh LPDP untuk sang awardee. Perkiraan besaran premi bisa dicek dan dibandingkan di link (https://oshcaustralia.com.au/en) atau langsung ditanyakan ke pihak kampus. Perlu dicatat, bahwa tidak ada perbedaan harga premi asuransi untuk keluarga dengan 1 orang anak atau 3 orang anak.

Selain premi asuransi keluarga, investasi besar lainya adalah pembelian tiket perjalanan dan pengurusan visa keluarga. Pengurusan visa keluarga sebaiknya menjadi satu aplikasi dengan visa awardee yang ditanggung oleh LPDP, sehingga tidak dikenakan biaya tambahan visa keluarga. Namun, ini artinya awardee harus membeli premi asuransi keluarga terlebih dahulu sebelum mengajukan visa awardee+keluarga tersebut. Pengurusan visa keluarga yang terpisah biasanya disebabkan karena awardee belum memiliki dana yang cukup untuk membayar premi asuransi keluarga di awal. Aplikasi visa keluarga yang dilakukan terpisah harus dibayar oleh awardee. Biaya visa dihitung per aplikasi bukan per orang, artinya aplikasi yang berisi 1 atau 4 orang, akan sama biayanya.

2. Mengurus Sekolah Bagi Anak

Jika sudah diputuskan untuk membawa keluarga, hal selanjutnya yang perlu dipersiapkan adalah sekolah anak. Awardee harus menghubungi pihak international office di kampus untuk meminta diterbitkannya Confirmation of Placement untuk sekolah anak-anak yang akan dibawa. Dokumen ini juga menjadi salah satu syarat diterbitkannya visa keluarga, sehingga harus diurus dari awal. Beberapa dokumen asli yang wajib dibawa serta ke Australia adalah seperti akte kelahiran, buku rapor, ijazah, kartu imunisasi, dan (jika ada) sertifikat kursus bahasa inggris anak. Dokumen-dokumen yang masih berbahasa Indonesia perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh lembaga penerjemah setempat dan aslinya dibawa serta.

Setelah anak-anak tiba di Australia, awardee perlu menghubungi kembali pihak international office kampus dan membawa dokumen-dokumen asli yang diminta untuk mengajukan permohonan penempatan sekolah. Kemudian, pihak kampus lah yang akan meneruskannya ke TAFE (semacam dinas pendidikan setempat) yang selanjutnya akan mencarikan sekolah untuk anak-anak awardee. Proses pencarian sekolah ini bisa memakan waktu 2 – 4 minggu. Dalam masa tersebut, awardee hanya bisa menunggu email konfirmasi dari TAFE dan tidak diperkenankan untuk menghubungi TAFE atau sekolah secara langsung. Jangan terlalu berharap bahwa anak-anak akan ditempatkan di sekolah yang terdekat dari tempat tinggal, karena seringkali anak-anak awardee ditempatkan di sekolah yang berjarak beberapa kilometer dari tempat tinggal awardee. Penempatan sekolah sepenuhnya adalah wewenang TAFE dan awardee hanya bisa pasrah anaknya ditempatkan di sekolah manapun.

Peraturan sekolah di Australia berbeda dari Indonesia. Tahun ajaran baru dimulai awal tahun (biasanya Februari), namun murid pindahan yang masuk ditengah-tengah tahun ajaran juga diperbolekan. Sistem pendidikan dibagi menjadi 4 term (caturwulan) dalam setahun. Sekolah dibagi menjadi Kindergarten/TK, Primary School/SD (Pre-primary – year/kelas 6), Lower Secondary School/SMP (year/kelas 7 – 10), dan Upper Secondary School/SMA (year/kelas 11 -12). Penempatan anak di kelas akan disesuaikan dengan umur anak. Anak boleh bersekolah di Kindergarten jika sudah berumur 4 tahun pada tanggal 30 Juni di tahun ajaran. Sebagai ilustrasi, anak yang lahir pada 29 Juni 2010 bisa mulai sekolah di Kindergarten pada tahun ajaran 2014 yang dimulai pada bulan Februari 2014, namun anak yang lahir 1 Juli 2010 harus menunggu tahun ajaran 2015 untuk mulai bersekolah.

Di Western Australia, anak dari mahasiswa master atau doktor dibebaskan dari SPP (tuition fee) di sekolah negeri, tetapi biasanya beberapa sekolah memungut local contribution yang sifatnya wajib atau sukarela sebesar 50 – 200 AUD per tahun untuk level sekolah dasar. Kemudian, akan ada biaya excursions (kunjungan keluar), aktivitas dan ekskul yang jumlahnya bervariasi antara 100 –400 AUD per tahun tergantung kelas anak untuk level sekolah dasar. Biaya lain yang dibutuhkan adalah pembelian alat tulis, buku, seragam, dan akun belajar on-line yang jumlahnya sekitar 200 – 300 AUD per tahun untuk level SD.

Beberapa link penting untuk mencari informasi lebih lanjut tentang bagaimana mewujudkan rencana membawa keluarga adalah:
(http://www.student.uwa.edu.au/international/newstudents/family)
(http://international.curtin.edu.au/pre-departure/family/).

Tulisan dan foto: Ari Rakatama

Ari Rakatama adalah awardee LPDP PK 19 sekaligus PNS di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Suami dan ayah 3 anak ini sedang menempuh program PhD di School of Agriculture and Environment, University of Western Australia.

3 thoughts on “Mempersiapkan Studi Bersama Keluarga di Western Australia

  • Saya dan 2 anak (7 tahun & 10 tahun ) ingin menemani suami saya sekolah di Perth or Melbourne yang in take Juni 2017, bolehkah bertanya2 info tentang living cost, salary part time, public school etc… selama disana,
    terus terang kami masih minim informasi, karena kami budget sendiri dan masih khawatir berapa dana yang kami harus bawa? tentang bagaimana sekolah anak etc
    Apakah ada keringanan biaya utk anak2 kami?
    Rencana besarnya saya nanti bisa bekerja full time dan suami part time, menurut LPDPWA apakah cukup income dengan kami berdua utk living cost disana? (diluar uang sekolah)
    karena suami sekolah Australia dengan biaya sendiri bukan schoolarship, mohon bantuannya ya

  • Saya dan 2 anak (7 tahun & 10 tahun ) ingin menemani suami saya sekolah di Perth or Melbourne yang in take Juni 2017, bolehkah bertanya2 info tentang living cost, salary part time, public school etc… selama disana,
    terus terang kami masih minim informasi, karena kami budget sendiri dan masih khawatir berapa dana yang kami harus bawa? tentang bagaimana sekolah anak etc
    Apakah ada keringanan biaya utk anak2 kami?
    Rencana besarnya saya nanti bisa bekerja full time dan suami part time, menurut LPDPWA apakah cukup income dengan kami berdua utk living cost disana? (diluar uang sekolah)
    karena suami sekolah Australia dengan biaya sendiri bukan schoolarship, mohon bantuannya ya. Thank you

    • Dear Mbak Niske, salam kenal saya Abi kuliah di UWA Perth. Izin menjawab khususnya terkait living cost dan salary part time. Untuk living cost komponen terbesar sepertinya biaya sewa rumah/unit. Biasanya untuk satu unit rumah dgn dua kamar (karena mbak Niske punya 2 anak) di daerah Crawley/Nedlands (sekitar UWA) bervariasi antara 350-450 per week jadi satu bulan kira2 AUD1400-1800. Untuk makan, electricity & water bill, dan internet mungkin akan menambah sekitar AUD300-500. Kalau part time, setahu saya untuk pekerjaan seperti cleaning & maintenance digaji sekitar 20-25 per jam.

      Terkait dengan sekolah anak mohon maaf saya kurang tahu, akan saya coba tanyakan ke teman2 di sini yang punya pengalaman ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *